Kasus MBG Jombang: Ibu Menyusui 2 Kali Dapati Ulat di Menu
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menjadi sorotan setelah seorang ibu menyusui berinisial P menemukan ulat pada menu makanan yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kharizmajaya di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, pada Kamis (24/9/2026).
Temuan kontaminasi tersebut terungkap saat P memeriksa paket oseng sawi pakcoy dan kubis yang baru tiba di rumahnya, lalu mendapati seekor ulat mati yang ikut tergoreng bersama sayuran. Kejadian ini langsung memicu keresahan mengingat hidangan tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Secara analitis, berulangnya insiden ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam prosedur pencucian bahan makanan serta kontrol kualitas di dapur produksi SPPG Kharizmajaya. Korban mengaku bahwa ini merupakan kali kedua ia menemukan ulat dalam menu MBG, di samping pernah menerima paket masakan berisi ayam suwir yang sudah basi.
Merespons aduan warga yang disampaikan melalui grup perpesanan dan kader Posyandu, pihak pengelola SPPG Kharizmajaya bertindak cepat dengan menyampaikan permohonan maaf serta mengganti paket makanan tersebut. Kendati penanganan keluhan dilakukan secara responsif, tindakan pasca-kejadian dinilai belum menyentuh akar permasalahan dalam penjaminan mutu dan standar hidangan.
"Menu pengganti yang saya terima memang disajikan dalam kondisi baru, tetapi temuan ulat ini bukan kali pertama terjadi pada paket MBG dari SPPG Kharizmajaya," tutur P saat menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya.
Persoalan kelayakan MBG di Kabupaten Jombang ternyata tidak hanya berdampak di Mojowarno, sebab pada hari yang sama sedikitnya 11 siswa SDN Purisemanding 1 Plandaan turut dilaporkan mengalami mual dan muntah seusai menyantap paket masakan. Maraknya insiden ini menegaskan urgensi evaluasi menyeluruh serta pengawasan ketat terhadap seluruh penyedia layanan MBG demi menjamin keamanan pangan penerima manfaat.